|
Quote
Berita & Artikel
Blog
|
Alhamdulillah, Faris khitan dengan Smart Klamp...
05 Jul 2009 | 8 Komentar | Blog, Galeri
Surprise. Kami sekeluarga kaget, senang, campur haru, saat jelang liburan sekolah Faris minta dikhitan. "Jumat, 19 Juni", pintanya. "Mengapa hari Jumat Faris?", kami bertanya. "Karena kalau Jumat khan ikut sholat Jumat". Jawaban sekenanya. Kami semua melongo, tapi nggak mau membantah. "Oke, deh. Deal, Jumat 19 Juni ya".
Kali ini giliran eyangnya yang keberatan. Pada tanggal tersebut, beliau berdua tengah di Jakarta, juga dalam rangka menghadiri acara khitan cucu lainnya. Faris akhirnya memilih tanggal 3 Juli, ditunda dua pekan, tepat di hari Jumat juga, hehee... (di bagian lain, insya Alloh saya akan cerita perjuangan mendapatkan jadwal khitan di hari Jumat ini, karena ternyata nggak mudah juga).
Pilihan kami jatuh pada khitan dengan metode smart klamp, yaitu menggunakan alat khitan sekali pakai yang aman, cepat, dan canggih. Di Surabaya, yang menyediakan layanan ini adalah RS PHC, Jl. Prapat Kurung Selatan No. 1 Tanjung Perak Surabaya, Telpon (031) 3294801.
Mengapa kami pilih SmartKlamp? Tanpa pendarahan, bahkan tanpa jahitan (saya nggak habis pikir, kok bisa ya... digunting, dipotong, tetapi sama sekali nggak keluar darah, ck ck ck.. ck..)
- Waktunya amat singkat: nggak sampai 5 menit pembiusan, plus pemasangan alat nggak sampai 15 menit saja.
- Anak bisa langsung dibawa pulang, bahkan bisa langsung beraktivitas normal (main, mandi)
- Dapat tetap kencing secara biasa (melalui tabung)
Prinsipnya sih, kami yang di rumah jadinya juga nggak repot ganti perban kayak khitan pada umumnya. Ini rekaman foto khitan Faris di RS PHC, hari Jumat 3 Juli 2009, sekitar jam 13.30.
Pukul 9.30, belanja mainan dulu. Bebas pilih mainan apa saja. Pilihan Faris jatuh pada transformer. Sebelum jam 11 kami sudah berangkat ke RS PHC untuk jumatan lebih dulu di area rumah sakit (Faris memilih hari Jumat khan katanya karena bisa jumatan, hehe... untungnya kami proses khitannya setelah jumatan, jadi Faris masih bisa sholat Jumat.
Antri menunggu giliran: tegang, gelisah. Sedikit "horor" juga, karena Faris duduk dekat pintu ruangan bedah, dan mendadak terdengar jeritan keras anak yang sedang dikhitan dari dalam ruangan, hehee... "Farhan ikut khitan juga ya?", kami menggoda. Tentu saja Farhan menolak, dan bermaksud melarikan diri, hehee... Tapi Farhan janji Insya Alloh setahun lagi. Wuiihh... hebat, kakaknya khitan kelas 1 SD, dia sendiri memilih pas liburan dari TK B ke SD
Selama proses khitan, ibunya terus mendampingi. Faris diajak baca ayat kursi 10 kali. Hasilnya? lumayan manjur. Mungkin gara-gara fokus hapalan ayat kursi, Faris ngantuk saat khitan berlangsung. Ini sih bius lokal rasa bius total, hehe... Saat dokter Lutfi bekerja, ibunya terus mendampingi dengan membisikkan ayat kursi dan surat-surat pendek lainnya. Ayahnya sibuk motret sambil mengagumi kecanggihan dunia perkhitanan saat ini Mestinya habis khitan bisa pakai celana, tapi saya sarankan pakai sarung saja. Biar kelihatan kalau habis khitan, hehe... Hampir jam tiga ketika khitan selesai. Untungnya ada kue P3K: pertolongan pertama pada kelaparan. Antri menunggu obat, Faris ditemani Yangkung dan Yang Tri Siap meninggalkan rumah sakit. Alhamdulillah semuanya lancar. Sebelum makan "silam" (maksudnya makan siang campur makan malam sekalian, soalnya sudah hampir jam empat) di Resto Aboenawas, anak-anak baca buku Abu Nawas dulu. Adegan berikutnya kok nggak ada? Mana? Menunya apa, pilihan makan minumnya apa? Husss... tukang potretnya juga kelaparan, jadi begitu pesanan datang langsung disikat sampai habis, nggak sempat motret, heehe...
Yang pasti, kami sekeluarga bahagia. Satu kewajiban pada anak lelaki telah kami tunaikan dengan baik. Saya sendiri bukan marketing Smart Klamp, tapi jika Anda mau khitankan anak, metode ini layak dipilih. Biayanya juga terjangkau: 475 ribu (sudah termasuk obat).
Malam harinya memang Faris sedikit mengeluh perih. Kayaknya sakit juga, mungkin karena pengaruh biusnya sudah hilang. Tapi besoknya, alhamdulillah sudah nggak ada keluhan lagi. Malah Faris sekarang heran, kok sakitnya sudah nggak ada?
Mas Faris, suatu kali kamu akan membaca blog ini. Ketahuilah, ayah ibu bangga padamu. Jadi anak shalih ya, Nak...
Surabaya, 5 Juli 2009 Salam sayang, Ayah dan Ibu
hida | 29 Aug 2010 01:55 am
8 - selamat ya faris, moga jadi anak sholeh yach ! 
rahmi | 20 Jan 2010 06:57 pm
7 - 
6 - Maaf kalau telat reply, hehe.. - Ummi Nathan: proses pelepasan juga cepat kok, yang penting... jangan lupa direndam air hangat dulu sebelum berangkat ke rumah sakit... (Faris kami rendam dua kali mandi) - Mas Arif: maaf, saya belum tahu kalau di Malang, coba saja telpon rumah sakit yang ada.. oke? selamat mengkhitankan anak ya...
zos | 11 Jan 2010 08:02 am
5 -  Hebat ! bahkan untuk khitan saja, Bapak bisa menularkan ilmu, jazakallahu khoiron katsiro
4 - thanks for sharingnya, bagaimana dg proses penyembuhannya, apakah lama/cepat? katanya saat pencopotan klampnya itu yg sakit ya..?
3 - Selamat ya....dan trims atas infonya pak, bentar lagi saya juga melaksanakan kitan anak saya nomor 1, oh ya kalau di RS Malang sudah ada belum ya SmartKlamp ?
febry | 09 Jul 2009 07:29 pm
2 - selamat ya..smg mjd anak yg sholeh..aminn
Teguh | 07 Jul 2009 09:19 am
1 -  selamat buat p ihsan dan mas faris :)
|